Selamat siang DeKaVe-ers (susah ngga sih ngomongnya?),
Ini ada artikel ilmiah saya di JURNAL DESAIN ( ini link download-nya:
journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/download/593/584 )
, yang membahas bagaimana cara membuat graphic style atau gaya grafis yang khas dari desain logo yang ada. bisa buat rujukan TA kamu nih para mahasiswa DKV yang ketceh-ketceh (azeeeek).
Beginilah artikel ilmiahnya...:


















Ini ada artikel ilmiah saya di JURNAL DESAIN ( ini link download-nya:
journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/download/593/584 )
, yang membahas bagaimana cara membuat graphic style atau gaya grafis yang khas dari desain logo yang ada. bisa buat rujukan TA kamu nih para mahasiswa DKV yang ketceh-ketceh (azeeeek).
Beginilah artikel ilmiahnya...:
Identitas Visual Korporat
Tujuh
dimensi identitas korporat menurut Melewar dan Karaosmanoglu
(2006: 849) diantaranya ialah komunikasi korporat, desain korporat, budaya
korporat, tindakan, struktur korporat, identitas industri dan strategi
korporat. Desain korporat sebagai salah satu dimensi itu berisi mengenai sistem
identitas visual korporat dan aplikasinya. Identitas Visual Korporat
atau dalam bahasa inggrisnya (dan juga istilah praktis) Corporate Visual Identity terdiri dari nama, simbol dan atau logo, tipografi,
warna, slogan, dan sangat jarang elemen grafis tambahan (Van Riel dan Van den Ban
dalam Van den Bosch, et al, 2005: 108).
Temuan yang dipaparkan dalam Corporate Communication: an International journal berjudul How Corporate Visual identity Supports
Reputation (Van den Bosch, et al., 2005) mengenai identitas visual korporat
diantaranya bahwa identitas visual korporat bisa mendukung reputasi salah satunya
melalui kualitas desainnya. Implikasi praktis dari temuannya menyarankan
identitas visual korporat harus dipertimbangkan sebagai alat yang berguna yang
bisa diaplikasikan secara sukses untuk mengelola reputasi setiap perusahaan
Identitas visual korporat (van den Bosch dalam
Laukkanen, Juntunen, Saraniemi, Elving, 2010: 124) melengkapi
sebuah organisasi dengan visibilitas dan kemampuan
untuk dikenal,
menyimbolkan organisasi untuk para stakeholder eksternal dan karenanya berkontribusi
terhadap citra dan reputasinya. Identitas visual korporat mengekspresikan
struktur organisasi kepada para stakeholder eksternal, memvisualisasikan
keterpaduannya serta hubungannya. Identitas visual korporat berkaitan dengan
identifikasi karyawan dengan organisasinya secara menyeluruh maupun secara
spesifik departemen tertentu (tergantung kepada strategi visual korporat). Temuan itu mendasari pentingnya identitas visual
korporat.
Kemudian, He and Balmer
(2007: 770) mengidentifikasi 4 sub perspektif dari identitas
korporat: identitas Visual, identitas korporat, identitas organisasi dan
identitas yang berhubungan dengan peng-organisasi-an. Identitas visual termasuk
nama perusahaan, logo, slogan, warna dan hal lainnya yang berkaitan dengan
desain grafis. Hal lainnya yang berkaitan dengan desain grafis tersebut
salah satunya adalah gaya grafis. Dengan begitu, gaya grafis termasuk
kedalam identitas visual korporat, dan dari
penelitian tersebut gaya grafis khas tidak disebutkan secara eksplisit padahal
identitas visual korporat semua elemennya harus konsisten, kuat dan merupakan
satu kesatuan.
Hasil wawancara
mendalam terhadap para praktisi (manajer) dari berbagai perusahaan
multinasional percaya bahwa desain adalah aspek penting dari identitas korporat
(Melewar, T.C., and
Karaosmanoglu, 2006: 853). Hasil penelitian mengenai desain identitas korporat
diperkuat lagi dalam salah satu publikasi prosiding pada Konferensi di Cheney, WA, berjudul Using a PHM-based Visual Brand Identity
Management System to Manage Deterioration of Visual Brand Identities and
Prolong Their Life Span dipaparkan mengenai Komponen visual dasar sebuah
Brand yang mengatur instrumen sebuah brand
(seperti stationery, brosur, iklan, dan lainnya) adalah logo, huruf. Warna, gambar, komposisi
dan media. Salah satu faktor yang membuat visual
branding secara bertahap menjadi gagal adalah disebabkan oleh kurangnya
keunikan pada elemen visual itu sendiri. (Klint, Lars., et. Al., 2014:
2). Dapat disimpulkan bahwa desain identitas visual
korporat sebaiknya dibuat unik.
Gaya grafis khas pada 4 bank besar di
Indonesia (BCA, Bank Mega, HSBC dan Bank Permata)
pemilihan
BCA, Bank Mega, HSBC dan Bank Permata dalam penelitian ini didasari oleh karena
keempat Bank tersebut merupakan Bank besar di Indonesia yang sering melakukan
promosi melalui media billboard, poster, banner, E-banner. ke-empat Bank
tersebut dipilih juga karena tiap Bank itu memiliki ke-khasannya tersendiri
pada identitas visual korporatnya yaitu logo, warna dan terutama yang menjadi
topik penelitian yaitu gaya grafisnya. Analisis yang dilakukan adalah dengan menghubungkan
antara elemen desain yang ada pada logo dengan gaya grafis khas yang ada pada
media promosi bank tersebut. Gaya grafis khas dalam pembahasan
ini berkaitan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam mengadopsi sebagian
bentuk logo dan juga fungsinya dalam aplikasi ke berbagai media, khususnya
media promosi.
Logo dan Gaya Grafis Khas BCA
Gambar 1. Logo BCA
Pada
gambar 1 Logo BCA terdiri dari
bentuk emblem segiempat menggembung, symbol khas BCA, teks grup bca dan nama brand-nya BCA. Logo muncul dalam berbagai
media dengan warna biru diatas putih atau sebaliknya. Bagian emblem segiempat
dari logonya itulah yang digunakan sebagai grafis khas BCA, seperti yang bisa
dilihat pada gambar selanjutnya.



Gambar 2. Tiga buah Media promosi BCA berupa E-banner

Gambar
3. Media promosi BCA berupa poster promo restoran
(sumber: dok. pribadi, 2015)

Gambar 4. Gaya grafis khas BCA yang terbentuk dari
bagian logo BCA berupa emblem persegi yang menggembung
(sumber: analisa Listya, 2015)
Pada gambar 2 diatas, gaya grafis khas BCA berupa
emblem segiempat diaplikasikan untuk menonjolkan informasi tertentu dan hampir
disemua media gaya grafis khas tersebut ada. Dengan raut bidang segiempat yang
menggembung dan berwarna biru, BCA secara konsisten mengaplikasikan grafis itu
ke berbagai media promosinya. Pada gambar 3, gaya grafis khas ada
penambahan yaitu dibagian bawah ada bidang dengan sisi yang melengkung yang
juga merupakan sebagian bentuk logo emblem. Bagaimana pengadopsian bentuk
sebagian logo bank BCA menjadi gaya grafis khas dapat dilihat pada gambar 4. perpaduan dari kekhasan bentuk dan warnanya
tidak dimiliki oleh identitas Bank lainnya dan menurut hasil pengamatan dan
pengalaman peneliti, grafis khas BCA juga tidak dimiliki oleh perusahaan bukan
Bank yang ada di Jakarta.
Logo dan Gaya Grafis Khas Bank Mega

Gambar 5. Logo Bank Mega

Gambar 6. Elemen bidang pembentuk inisial m pada Logo Bank Mega
(sumber: analisa Listya, 2015)
Logo Bank Mega terdiri dari inisial M dan nama
Bank yaitu Bank Mega. Inisial M merujuk kepada nama depan bank tersebut yang
digayakan secara khusus dengan warna jingga dan abu-abu. seperti yang terlihat
pada gambar 5 sesuai dengan perbedaan
warnanya. pada gambar 6 dapat dilihat
Bentuk inisial M terdiri
dari 2 jajaran genjang besar yang berwarna jingga dan abu-abu, dua jajaran
genjang kecil berwarna jingga lebih gelap dan abu-abu lebih terang dan satu
juring lingkaran berwarna jingga gelap.


Gambar
7. dua E-banner promosi kartu kredit Bank
Mega
(sumber: dok. pribadi, 2015)

Gambar 8. Papan nama Bank mega dan Kendaraan
(sumber: dokumen pribadi, 2015)

Gambar 9. Gaya grafis khas Bank Mega yang terbentuk
dari Satu Elemen bidang jajaran genjang besar yang terdistorsi kemudian
diduplikasi menjadi dua tersusun keatas secara diagonal
(sumber: analisa Listya, 2015)
Pada gambar 9 Terlihat bagaimana Bank Mega mengaplikasikan
gaya grafis khasnya dengan mengambil elemen bidang jajaran genjang besar pada
logonya yang disusun keatas kearah kanan secara diagonal. Susunan tersebut
terlihat nyaman dilihat pada tata letak e-banner pada gambar 7 karena selalu diaplikasikan di bagian ujung
sudut media untuk memberikan ruang bagi logo. Pada gambar 8,
implementasi gaya grafis khas pada papan nama Bank mega juga berada dibagian
ujung papan, namun karena karakteristik papan memanjang secara horizontal maka
grafis khas tidak berada disudut agar
ukurannya tidak terlalu kecil. Aplikasi grafis khas pada kendaraan Bank mega
juga berada diujung tetapi dengan proporsi yang cukup besar hampir setengah
bagian badan mobil.
Logo dan Gaya Grafis Khas HSBC
Gambar 10.
Logo HSBC
Logo HSBC pada
gambar 10 bertipe name symbol logo dimana logo terdiri
dari simbol yang abstrak tidak berbentuk figur tertentu dan juga nama bank HSBC. Simbol tersebut tersusun atas 4 bidang
segitiga sama
kaki berwarna merah dan 2 segitiga sama
kaki berwarna putih yang disusun
sedemikian rupa menjadi khas.

Gambar 11.
E-banner HSBC

Gambar 12. Billboard promosi HSBC
(sumber: dok. pribadi, 2015)

Gambar 13. Gaya grafis khas HSBC yang terbentuk dari
segitiga pada logo digabungkan dengan bidang persegi panjang
(sumber: analisa Listya, 2015)
Elemen bentuk segitiga yang merupakan bentuk dasar penyusun logo
HSBC diambil untuk gaya
grafis khas-nya.
Segitiga tersebut justru bukan berdiri sendiri sebagai segitiga dengan warna
khasnya yaitu merah melainkan digabungkan dengan bentuk persegi panjang merah
yang panjangnya disesuaikan dengan tinggi ruang media promosinya (gambar 13).
Panjang persegi panjang akan berbeda pada berbagai media karena menyesuaikan
tingginya (lihat gambar 11 dan 12). Bentuk segitiga khas-nya pun tidak berwarna
merah namun menjadi perpotongan bidang persegi panjang (transparan 100%). Gaya
grafis khas HSBC ini dengan persegi panjang yang mengikuti tinggi medianya dan
beraksen segitiga yang memotongnya juga tidak ditemukan pada bank lain dan juga
perusahaan non Bank lainnya.
Logo dan Gaya Grafis Khas Bank Permata
Gambar 14.
Logo permata Bank
Logo bank permata pada gambar 14 juga merupakan jenis name symbol logo. Logonya yang berupa permata
serupa dengan nama Bank. Tagline bank Permata adalah Menjadikan Hidup Lebih
bernilai mengindikasikan bahwa namanya yaitu permata menunjuk pada benda batu
permata. Karakteristik batu permata memnpunyai banyak sisi datar yang tersusun
menjadi gempal dan bercahaya. Dalam logonya bank permata menyederhanakan
karakteristik asli permata menjadi seperti yang dilihat pada gambar 14, dimana
tetap ada kilauan namun warnanya cerah. Tiap sisi yang secara ilusi optik
membentuk dimensi namun sebenarnya tidak, digunakan warna yang berbeda terang
gelapnya namun masih satu nada warna. Warna yang digunakan tidak kompleks
seperti halnya batu permata asli. Bank permata menggunakan warna yang solid (padat) tidak bergradasi dan tidak
trasparan.

Gambar 15. Logo permata Bank
Pada gambar 15 terpampang foto billboard
promosi Bank permata yang terdapat gaya grafis. Gaya grafisnya khas bernuansa
hijau dan bentuknya terdiri dari susunan bentuk-bentuk geometris seperti
trapesium, segitiga dan jajaran genjang. Gaya grafisnya pada media promosi itu
terletak di samping kiri atas dan di samping kanan dari arah pandang audiens.
Tidak hanya di billboard, Bank permata sering berpromosi di media lainnya
dengan mengaplikasikan gaya grafis khasnya tersebut.
Gaya grafis khas bank Permata diambil dari
bentuk logonya namun tidak sesederhana logo bank yang telah dibahas sebelumnya.
Secara keseluruhan bentuk, tidak terlalu mirip dengan logonya, namun setelah
diamati lebih dalam, ternyata gaya grafisnya itu masih menggunakan elemen
bentuk dasar penyusun logonya seperti pada gambar 16. Bentuk dasar tersebut
diantaranya segitiga dan jajaran genjang. Bentuk dasar tersebut disusun ulang
sedemikian rupa menjadi grafis khas yang secara keseluruhan bentuknya masih
mewakili batu permata meskipun ada bentuk trapesium yang tidak termasuk pada
elemen pembentuk logo.

Gambar 16. Gaya grafis khas Bank Permata yang terbentuk
dari susunan elemen bidang pada logonya yang mengalami distorsi ukuran
(sumber: analisa Listya, 2015)
Gaya Grafis khas sebagai Identitas Visual
Korporat
Kata “khas” pada frase “gaya grafis khas” di judul
penelitian ini merujuk pada keunikan. Gaya grafis sebaiknya unik, tidak
dimiliki oleh perusahaan lainnya. Keunikan pada gaya grafis dapat dibuat dari
bentuk dan warna logo perusahaan. Neumeier (2005: 31-133)
dalam bukunya The Brand Gap mengemukakan tentang 5 hal dalam membangun brand yaitu differensiasi, kolaborasi, inovasi, validasi dan kultivasi. Differensiasi
adalah tahap awal dimana brand harus mempunyai pembeda dari brand yang lainnya,
termasuk identitas visual. Dengan demikian, logo sebagai identitas visual
primer didesain dengan bentuk unik dan khas termasuk gaya grafis. Seperti yang
disampaikan oleh Van Den Bosch dalam disertasi-nya, Identitas visual korporat
biasanya selalu berhubungan dengan logo (2005:15), maka gaya grafis berkaitan
dengan bentuk maupun warna logo.
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya mengenai gaya
grafis khas pada empat bank besar di indonesia, tipologi gaya grafis khas dapat
diklasifikasikan menjadi:
a) Fragmentasi, ialah tipe gaya grafis
yang dibuat dengan cara mengambil sebagian (fragmen) dari bentuk logo, untuk
ditampilkan secara utuh maupun sebagian saja. Jenis ini seperti gaya grafis
khas bank BCA;
b) distorsi, yaitu penyimpangan
bentuk dengan cara memanjangkan atau memendekkan, melebarkan, atau mengecilkan
namun masih tetap terlihat mirip dengan bagian pada logonya contohnya adalah
gaya grafis khas bank Mega dimana grafis khas dibentuk dari pemanjangan bentuk
jajaran genjang yang ada pada inisial M di logonya;
c) modifikasi,
yaitu melakukan pengubahan pada bagian logo untuk dijadikan gaya grafis khas
d) Inkorporasi,
yaitu menggabungkan bentuk yang ada disebagian logo dengan bentuk lainnya yang
tidak lebih kuat secara visual. Contohnya ada pada gaya grafis HSBC yang
menggabungkan antara segitiga pembentuk logo dengan persegi panjang yang tipis
ketebalannya. Persegi panjang yang tingginya akan menyesuaikan dengan tinggi
media tidak terlalu menonjol dibandingkan aksen segitiga pada grafis khasnya
tersebut.
e) organisasi,
dimana gaya grafis khas terbentuk dari penyusunan sebagian bentuk logo seperti
susunan jajaran genjang pada grafis khas Bank Mega dan susunan bentuk-bentuk
yang ada pada elemen pembentuk logo Bank Permata.
Kelima tipologi gaya grafis khas tersebut dapat
menciptakan keunikan atau kekhasan tersendiri pada identitas visual korporat
karena mengadopsi dari logo yang memang dari awal dibuat seunik mungkin untuk
membedakannya dengan yang lainnya dan juga untuk merepresentasikan perusahaan.
Dengan membuat gaya grafis khas yang mengadopsi dari logo maka identitas visual
perusahaan akan semakin kuat dan dapat menciptakan kesan konsisten.
Fungsi gaya grafis khas yang didapat dari analisa ke-empat
logo bank diantaranya ialah
a)
Sebagai pengisi ruang kosong pada layout media promosi perusahaan
b)
Sebagai penguat
identitas perusahaan karena bentuk dan warnanya yang diadopsi dari logo
c)
sebagai area yang menonjolkan informasi tertentu yang ingin disampaikan perusahaan misalnya
headline, kalimat persuasif, diskon, dan lainnya. Bagian dari bentuk logo dapat
dimaksimalkan untuk grafis yang bertujuan untuk menonjolkan informasi karena
biasanya grafis yang digunakan beebrapa perusahaan cenderung tidak ada
hubungannya dengan identitas visual korporat
d)
Sebagai pembatas antara area logo dengan elemen tata
letak lainnya sehingga logo dapat dengan mudah dilihat oleh audiens,
dan karena logo termasuk nama perusahaan merupakan identitas visual yang utama
e)
Sebagai penunjuk keberadaan letak logo untuk memudahkan audiens dalam melihat ke-otentik-an
informasi yang disampaikan oleh perusahaan tertentu
Kelima
fungsi gaya grafis khas tersebut memperkuat identitas visual korporat dengan
memaksimalkan penggunaan bentuk dan warna yang ada pada logo.
PENUTUP
Gaya grafis khas belum menjadi perhatian khusus dalam
penelitian terkait identitas visual korporat, padahal gaya grafis khas merupakan
bagian dari desain identitas yang secara keseluruhan turut mendukung citra
perusahaan. Oleh karena itu, gaya grafis khas bukan semata berfungsi sebagai
hiasan semata agar ruang pada media tidak kosong sehingga grafisnya seadanya
tanpa berhubungan dengan identitas visual utamanya yaitu logo. “hiasan” itu
dapat dimaksimalkan dengan cara mengadopsi dari logo yang ada.Tipologi gaya
grafis khas berdasarkan tekniknya yang mengadopsi bentuk logo diantaranya
fragmentasi, distorsi, modifikasi, inkorporasi, organisasi. Teknik-teknik
tersebut digunakan oleh empat bank besar di jakarta yaitu Bank Mega, BCA, HSBC
dan Bank Permata pada gaya grafis khasnya yang diaplikasikan secara konsisten
dalam berbagai medianya termasuk media promosi.
Fungsi gaya grafis khas dalam media promosi selain
sebagai hiasan diantaranya sebagai penguat identitas, penonjol informasi,
pembatas area logo dengan elemen lainnya dan penunjuk keberadaan logo Saran
untuk perusahaan, terutama perusahaan baru yang belum memiliki identitas visual
korporat, agar membuat gaya grafis khas yang mengadopsi dari logonya, serta
desain logo dibuat seunik mungkin agar elemen identitas visual korporat lainnya
termasuk gaya grafisnya autentik dan identik.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Neumeier, Marty, 2005. The Brand
Gap.
Canada: New Rider.
Jurnal
He, H.-W. and Balmer, J. M. T. 2007.
Identity Studies: Multiple Perspective and Implications
for Corporate Level Marketing. European Journal of Marketing, 41 (7/8):
765-85
Melewar, T.C., Karaosmanoglu, Elif. 2006.
Seven Dimensions of Corporate Identity: A Categorisation
from The Practitioners Perspectives.
European Journal of Marketing,
40,
(7/8): 853
Van Den Bosch, Annette L.M., De Jong,
Menno D.T., Elving, Wim
J.L.
2005. How Corporate
Visual identity Support
Reputation.
Corporate Communications:
An
International Journal, 10
(2): 108
116
Comments
Post a Comment